Kohiman, Produk Kopi Unggulan Petani Kopi Desa Cipari Makmur

Setiap kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki keunggulan masing-masing dalam memproduksi komoditas unggulan dalam pertanian. Salah satunya diKecamatan Muara Kaman memiliki produk kopi khas bernama Kopi Hitam Mantap Muara Kaman (Kohiman) yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Camat Muara Kaman, Barliang, mengungkapkan bahwa Kohiman merupakan hasil dari tanaman kopi yang dikelola oleh kelompok tani di Desa Cipari Makmur. “Bahan dasar Kohiman berasal dari pohon kopi yang ditanam oleh para petani di Desa Cipari Makmur. Hasil panen ini kemudian diolah menjadi kopi dengan cita rasa khas,” ujar Barliang, pada Senin (18/11/2024). Untuk diketahui, Kopi ini hadir dalam dua varian rasa, yaitu original dan jahe, untuk memenuhi selera pecinta kopi. Barliang menambahkan, saat ini kelompok tani di desa tersebut mengelola sekitar 200 pohon kopi, yang menjadi sumber utama bahan baku Kohiman. Selain itu, pasokan biji kopi juga didukung oleh beberapa desa terdekat, sehingga produksi Kohiman dapat terus berkelanjutan. Barliang menyebutkan, kehadiran Kohiman tidak hanya menjadi peluang ekonomi bagi kelompok tani tetapi juga membuka jalan untuk mempromosikan produk lokal Kecamatan Muara Kaman ke pasar yang lebih luas. “Kohiman merupakan salah satu bentuk inovasi pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkenalkan potensi daerah kami,” tambahnya. Dengan kualitas biji kopi yang terjaga dan varian rasa yang menarik, Kohiman diharapkan dapat menjadi ikon baru dari sektor pertanian di Muara Kaman.
Siap Menjadi Lumbung Pangan IKN, Cipari Makmur Menjadi 5 Kawasan Pertanian Terpadu

Desa Cipari Makmur di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) didorong menjadi salah satu lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini sejalan dengan fokus Kukar untuk menjadikan lima kawasan pertanian terpadu, termasuk Cipari Makmur. “Bersama desa lain seperti Sidomukti, Panca Jaya, dan Sidodadi, kami masuk dalam kawasan pertanian untuk menunjang IKN,” kata Kepala Desa Cipari Makmur, Sodikin Sukmana, Sabtu (08/06/2024). Berbagai bantuan pun digelontorkan untuk mendukung pengembangan sektor ini. Bantuan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur seperti embung, jalan usaha tani, pupuk, dan bibit hewan ternak untuk pupuk organik. “Bantuan pupuk urea dan hewan kambing untuk pupuk organik akan segera diberikan,” jelas Sodikin. Diharapkan dengan bantuan tersebut, produksi pertanian di Desa Cipari Makmur dapat meningkat, mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan Kaltim. “Kami harap dengan upaya ini, kesejahteraan petani dan kemandirian pangan desa bisa tercapai,” ujarnya. Selain bantuan infrastruktur dan sarana produksi, pemberdayaan petani juga menjadi fokus utama. Hal ini dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. “Petani didorong untuk berinovasi dan meningkatkan keahliannya sehingga dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi,” ungkapnya. Dengan pengembangan sektor pertanian yang optimal, Desa Cipari Makmur diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan IKN. “Kami optimistis dengan semangat dan kerja keras para petani, Desa Cipari Makmur dapat menjadi lumbung pangan yang menopang IKN,” pungkasnya. Pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan menjadi kunci dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian di Cipari Makmur. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah untuk mendorong petani agar berinovasi dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi. Dengan semangat dan kerja keras para petani, serta dukungan dari pemerintah, Desa Cipari Makmur diharapkan dapat mewujudkan visinya sebagai lumbung pangan IKN dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Desa Cipari Makmur Menjadi Kawasan Pertanian Terintegrasi di Muara Kaman

Tidak berlebihan rasanya bila menyebut Desa Cipari Makmur, Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) menjelma menjadi Kawasan Pertanian Terintegrasi (KPT) dengan konsep inovatif 5A: Agrowisata, Agro produksi, Agro industri, Agro bisnis, dan Agro Teknologi. Terkait itu, Camat Muara Kaman Barliang, mengungkapkan bahwa pembangunan KPT ini merupakan inisiatif dari OPD terkait dengan tujuan utama memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani. “Pertanian di Cipari Makmur akan terintegrasi sesuai dengan konsep 5A, mulai dari peternakan hingga agrowisata,” jelas Barliang, Senin (1/4/2024). Pemerintah Kecamatan Muara Kaman saat ini fokus untuk mengembangkan sektor pertanian. Program TMMD dari Kodim 0906 Kukar, bekerja sama dengan pemerintah daerah, telah memberikan dorongan signifikan melalui penyediaan sarana dan produksi pertanian (saprodi). “Sebelum TMMD, masih banyak lahan yang belum tergarap. Program ini akan memungkinkan lahan tersebut dimanfaatkan secara optimal,” tutur Barliang. Dukungan penuh diberikan kepada sektor pertanian di Kecamatan Muara Kaman, dengan komitmen untuk mengakomodir dan merealisasikan usulan serta kebutuhan para petani. “Meskipun KPT belum sepenuhnya terbentuk, aktivitas pertanian di Cipari Makmur, khususnya, sudah berjalan dengan lancar,” imbuhnya. Optimisme tinggi terhadap kesejahteraan petani jika pembangunan KPT dapat terealisasi sepenuhnya. “Kami berharap, dengan terwujudnya KPT, para petani akan merasakan peningkatan kesejahteraan,” ucap Barliang. Harapan besar juga ditujukan untuk kemajuan sektor pertanian secara keseluruhan di Muara Kaman, yang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pemkab Kukar beserta BAZNAS Kukar Beri Bantuan ke Warga Cipari Makmur

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah memberikan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada masyarakat yang membutuhkan, di Masjid Al Huda Desa Cipari Makmur Kecamatan Muara Kaman, Selasa (26/3/2024) sore. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Kukar juga menyerahkan Akte Yayasan dan bantuan rehabilitasi rumah ibadah untuk masjid Al Huda Rp 200 juta. Edi mengatakan kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan jajaran di Cipari Makmur ini, tidak lain adalah menyerahkan bantuan paket Sembako dari Pemkab Kukar dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kukar, bagi yang berhak menerimanya. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu kebutuhan bapak/ibu selama bulan Puasa Ramadhan,” harap Bupati. Selain itu, kata Bupati terkait dengan penyerahan akte yayasan dan pemberian bantuan rehabilitasi rumah ibadah program Dedikasi Kukar Idaman. Untuk rehabilitasi masjid Al Huda sebesar Rp 200 juta, ini adalah bukti nyata dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan peningkatan keagamaan di Kukar. “Saya minta kepada bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tambah dan bantu anggaran untuk pembangunan pagar, dan ini permintaan pengurus masjid Al Huda,” pinta Edi. Di Penghujung kegiatan, dilanjutkan Tausyiah oleh Ketua MUI Kukar, KH. Abdul Hanan. Turut hadir mendampingi Bupati Kukar tersebut, Asisten I Akhmad Taufik Hidayat, Asisten III Dafip Haryanto, Kadistanak M. Taufik, Kadis Perikanan/Kelautan Muslik, dan Plt. Distransnaker M. Talha. Kemudian hadir pula, Camat Muara Kaman Barliang dan Forkopimcam Muara Kaman, Kades Cipari Makmur Shodikin Sukmana, Kabag Kesra Dendi Irwan Fahriza, Kabag Prokompim Ismed, dan Ketua BAZNAS M. Shafik
Kembangkan Potensi Wisata Alam, Desa Cipari Makmur Gandeng Desa Sekitar

Desa Cipari Makmur dan Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) tengah bekerjasama untuk kembangkan potensi wisata alam yang ada di desanya. Salah satunya, wisata alam yang dibangun dengan konsep taman wisata. Di dalam taman wisata tersebut rencananya akan dibangun tempat pemancingan, kolam renang hingga pelestarian hutan Muara Kaman. Bahkan, didalamnya juga terdapat air terjun yang indah. Selain itu, di kawasan taman wisata juga terdapat sebuah gunung yang biasa disebut warga dengan sebutan gunung malang. Bila malam hari, para pengunjung disuguhkan pemandangan cahaya kelap kelipnya lampu Jembatan Kutai Kartanegara serta penerangan cahaya lampu-lampu warga Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman. Proses pembangunan taman wisata itu pun terus berjalan dan sejauh ini sudah prosesnya masih dalam tahap pembuatan jalan menuju lokasi air terjun dan puncak gunung malang. “Sementara ini masih kita buatkan jalan. Karena masih sering hujan, jadi belum bisa dikelola secara maksimal,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Demong Sora” Masdar. Dalam pengembangannya, Pokdarwis yang tergabung dari dua desa tersebut juga telah mengajukan bantuan pembangunan fasilitas penunjang wisata melalui anggaran dana desa. Perusahaan yang beroperasi di sekitaran desa juga turut disasar. Bahkan, dari pihak perusahaan juga memberikan respon positif dan akan membantu perbaikan akses jalan wisata. “Sudah ada persetujuan dari perusahaan dan sudah ditinjau. Apabila cuaca agak panas, jalan akan diperbaiki,” sebut Masdar. Terkait pelestarian hutan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan. Sedangkan untuk pembangunan wahana pemancingan dan kolam renang dibangun oleh Pokdarwis secara swadaya. “Kami secara swadaya membangun pemancingan dan kolam renang khusus anak kecil, usia SD sampai dengan SMP,” pungkasnya.